Cerpen Sedih Si Badut Yang Terluka Hatinya

 Cerpen

Cerpen Sedih Si Badut Yang Terluka Hatinya – Halo sobat remaja Indonesia, apa kabar kalian semuanya ? semoga dalam keadaan baik-baik saja ya. Untuk para sobat yang sedang mencari cerpen sedih karena luka hati maka kali ini admin ingin share satu cerpen yang judulnya si badut yang sedang terluka.

Cerpen sedih ini admin dapatkan dari seseorang yang sudah berkontribusi pada blog ini, yaitu dengan mengirimkan artikelnya kepada kami melalui email kami di remajaremaja.com@gmail.com. Oke deh langsung aja ya disimak isi Cerpen Remaja di bawah ini :

Cerpen Sedih Remaja terbaru 2014

[sociallocker]

Si Badut Yang Terluka Hatinya

Luka di balik senyum ku..
Tak kan ada yang tau atau mengerti tentang suara jiwa ku yang berbisik pilu.
Semua hanya tertawa melihat badut yang tak lagi lucu ini.
Mereka tertawa melihat si badut meratap dalam rias yang luntur oleh air mata.
Mereka bahagia melihat si badut terduduk lunglai dengan raungan yang memecah sunyi dunia..

Yang mereka tau aku hanya harus menjalani peran ku di panggung kehidupan ini.
Mereka hanya butuh seseorang yang di injak-injak untuk membuat seringai tawa dari bibir mereka.
Terlihat gigi-gigi mereka yang tampak menghina bagai taring-taring iblis.
Tak perduli akan beban ku yang berat mengikat bagai rantai-rantai dari sumur neraka.

Ku lakukan ini semua demi dia.
Yang terbaring lemah di atas pembaringan meregang nyawa.
Anak ku.. Dia sakit keras, sebuah beban yang berat untuk anak seusianya memikul coba di atas rata-rata.
Liukimia menggerogoti tiap inci dari jiwanya..
Detik demi detik waktunya semakin habis dalam pelukan alat-alat yang mencoba mengikat sukmanya agar tak pergi.

Aku tetap di sini mencoba menghibur mereka dengan senyum yang hambar.
Mencoba membuat orang lain tertawa ketika anak ku berjuang melawan cakar-cakar sang maut.
Hukum dunia terkadang memang tak adil.
Seakan nyawa tak berharga di banding coretan-coretan angka.
Dan bagi si miskin, harapan hidup ibarat mimpi yang hanya bisa di dapat dengan “menjual diri”.

Ahirnya panggung yang memuakan ini usai bersama bangku-bangku kosong yang membisu.
Ku ambil lembar demi lembar kertas penyambung nyawa bagi anak ku.
Dengan langkah ku percepat, bahkan menghapus rias inipun ku tak sempat.
Ah.. Si badut ini berlari menyusuri lorong-lorong rumah sakit yang berbau anyir.
Jutaan mata memandang tertuju seakan mengisyaratkan ribuan caci maki..

Aku berteriak meraung di balik pintu kamar yang mulai senyap.
Meratap, mencaci, dan memaki tiap orang yang ku temui.
“Apa sekarang kalian puas..? Apa sekarang kalian senang..?
Kini si miskin telah benar-benar kehilangan harapan hanya karena lembar-lembar angka yang ku dapat tak sebanyak kalian..

Lihat.. !! Lihat.. !!
Anak ku terbujur kaku di sana..
Isteri ku meratap pilu di sampingnya..
Apa kalian lihat.. ? Betapa nyawa si miskin ini tak lebih bernilai dari harga sandal-sandal kalian..?
Lihat baik-baik.. !! Buka mata kalian.. !! “.
Suara amarah ku membakar tiap ruang dan lorong yang tak menyisakan harapan.

Perlahan amarah ku mereda.
Ada sebuah bisikan yang berhembus bagai siulan sang angin.
” Sudah pak..Sabar, sekarang aku sudah gak papa lagi.
Sakit ku sudah gak ada lagi.
Sudah pak.. Sabar, apakah pantas bagi seorang ayah marah dan mencaci melihat anaknya lepas dari sebuah beban..?
Sudah pak.. Sabar..”.
Suara itu mulai terdengar lirih samar lalu menghilang.

Ku hapus tetesan air yang membanjiri pipiku.
Ku tenangkan hati, ku beranikan diri melihat wajah anak ku.
Ah.. Lihat.. Apa kalian lihat.. ?
Dia tersenyum.. Kini dia bisa tersenyum..
Apa kalian sekarang bisa melihat.. ?
Ternyata anak si miskin ini, pergi dengan meninggalkan senyum.
Untuk aku, dia, juga kalian..

[/sociallocker]

Demikianlah artikel kali ini tentang cerpen sedih si badut yang terluka hatinya. Semoga bisa bermanfaat bagi sobat remaja semuanya. Oia untuk artikel selanjutnya yang berjudul Cerpen Cinta Sebuah Penantian sobat bisa mengunjunginya dengan mengkilk link tesrsebut. Akhir kata admin ucapkan banyak terima kasih semoga makin sukses selalu. Amin.

 




Tags:

Author: 

Related Posts

Leave a Reply