Trik Belajar Bahasa Jerman agar Lebih Lancar dalam Menulis

Mempelajari bahasa Jerman bukan sekedar menguasai percakapan saja. Kemampuan menulis yang benar juga dibutuhkan. Ketika Anda sedang mempelajari bahasa asing, maka materi yang dipelajari akan menciptakan dua output yaitu percakapan dan juga menulis.

Belajar Bahasa Jerman

 

 

Biasanya kemampuan menulis lebih sulit dilakukan, karena bahasa Jerman memiliki jenis tulisan yang berbeda. Walaupun menggunakan jenis alphabet yang sama, Anda harus menulis dengan benar dan dapat dibaca dengan mudah nantinya.

Bagaimana cara belajar yang Anda lakukan selama ini? Apakah materi yang dipelajari telah melancarkan kemampuan Anda dalam menulis? Yuk ikuti bagaimana trik untuk bisa cepat menulis dalam bahasa Jerman.

5 Trik untuk Bisa Lancar Menulis dalam Bahasa Jerman

Apa sih rahasianya orang bisa fasih berbahasa Jerman baik tulisan dan berbicara? Berlatih adalah satu-satunya jawaban yang akan Anda dapatkan. Memang benar dengan banyak berlatih akan mengasah kemampuan otak. Semakin sering bahasa Jerman digunakan maka akan semakin cepat otak merespon bahasa tersebut. Bahkan tanpa adanya jede untuk mengartikan terlebih dahulu.

Melalui otak, kemampuan menulis akan seimbang dengan berbicara. Bagi Anda yang sedang menjalani pelajaran bahasa Jerman, ayo ikuti beberapa trik untuk melancarkan kemampuan menulis berikut ini.

Menulis buku harian

Bagaimana Anda bisa lancar jika tidak pernah menulis? Nah satu-satunya cara yang paling efektif adalah menulis buku harian. Jika tidak terbiasa, mulailah untuk menulis beberapa kali dalam seminggu. Lama kelamaan Anda bisa menulis setiap hari.

Tidak perlu menulis dalam bentuk yang panjang. Cukup tuliskan dalam bahasa Jerman poin penting yang telah dilakukan selama satu hari. Apabila ada peristiwa menarik cobalah untuk menceritakan dengan lebih detail.

Penggunaan huruf kapital

Pada saat menulis buku harian, biasakan untuk menempatkan huruf kapital dengan benar. Kata benda dalam bahasa Jerman selalu menggunakan huruf kapital dan termasuk ketika ditulis dalam sebuah kalimat. Misalnya saja tulisan ‘Die Katze geht durch die Tür’ yang artinya ‘kucing itu berjalan melalui pintu’.

Kata benda kucing ‘Katze’ dan pintu ‘Tür’ menggunakan huruf kapital di awal. Sedangkan kata sifat yang menunjukkan etnik, dan agama tidak menggunakan huruf kapital seperti yang digunakan dalam bahasa Indonesia.

Penggunaan tanda baca

Beruntungnya hampir semua tanda baca yang digunakan dalam tulisan Jerman mirip dengan Indonesia. Walaupun masih ada beberapa tanda yang juga berbeda namun itu mudah untuk dipelajari. Misalnya saja tanda baca untuk kalimat aktif (“ “) di Jerman beberapa tanda chevron yang juga digunakan dalam bahasa Perancis lebih banyak dipilih.

Contoh:
Indonesia : Mereka mengatakan, “Kucing itu melarikan diri”.
Jerman : Sie sagen: »Die Katze ist geflohen.«

Penempatan titik juga berbeda seperti yang dijelaskan pada contoh. Titik dalam kalimat bahasa Jerman diberikan sebelum tanda baca yang lainnya.

Struktur kalimat

Selain tanda baca, cobalah untuk menulis kalimat yang terstruktur. Dalam bahasa Jerman kalimat bisa dimulai menggunakan subjek atau objek. Hal ini disebabkan kata benda atau kata bantu sering digunakan pada objek atau subjek dalam kalimat. Sebagai contoh adalah sebagai berikut:

Der Hund fängt den Ball (Anjing itu menangkap bola)
Den Ball fängt der Hund (Bola itu ditangkap anjing)

Review

Terakhir adalah mereview apakah tulisan yang telah Anda buat selama satu minggu sudah benar. Cobalah untuk menanyakan kepada native speaker apakah tulisan Anda sudah memulai enak dibaca? Apakah struktur dan penempatan tanda baca sudah benar? Terus belajar dan cari tahu bagaimana penulisan yang benar akan membuat Anda semakin mahir.

Tinggalkan komentar

remajaremaja.com We would like to show you notifications for the latest news and updates.
Dismiss
Allow Notifications